Malparektek membawa bencana

30 10 2006

“Dian sudah meninggal di RS….” what? kapan? sakit apa?… -Oyah begitulah kira-kira reaksi saya waktu mendengar kabar itu, gimana gak kaget, terakhir saya dengar kabarnya baik-baik ajah, kok bisaa.. -w sepupu saya meninggal dalam usia yang masih sangat muda..yang menjadi permasalahannya bukan karena dia meninggal diusia muda (karena setiap manusia juga bakalan meninggal), tetapi cara sepupu saya itu meninggal yang jadi masalah, nyawanya terenggut karena ulah “MALPRAKTEK SEORANG DOKTER UMUM”..yah … “MALPRAKTEK”… X(
ceritanya gini, sepupu saya itu mengidap penyakit Appendixcitis (Usus Buntu) yang mengharuskan dia di Appendictomi (Operasi), dari sinilah awal bencana itu…yang melakukan Operasi bukanlah dokter spesialis bedah, tetapi seorang dokter umum (ket: RSU X dikabupaten tersebut adalah RSU tipe C dan memiliki 2 orang dokter spesialis bedah). dan yang lebih anehnya lagi tidak di lakukan pemeriksaan penunjang lengkap pada pasien tersebut (Lab dan Rontgen), dan juga tidak dilakukan tindakan pre op (puasa, huknah/dulcolax), dan saat operasi sang dokter umum tidak memperhatikan teknik bedah App yang seharusnya di titik Mc Burney, dia hanya menyayat asal-asalan sehingga luka sayatan tidak teratur dan mengenai usus pula (seharusnya hanya satu sayatan saja di titik Mc Burney) bener-bener biadabbbb.. X( -L dokter umum tersebut cuman mengandalkan keluhan pasien (spkb, nyeri tekan lepas) dan menjadikan sepupu saya sebagai bahan percobaan. -?
Alhasil pasca operasi semuanya jadi hancur, pasien tersebut mengalami perdarahan Percolon dan Infeksius, sehingga harus di rujuk ke RS pusat rujukan Sulteng (RSU Y Palu), tetapi sayangnya, nyawa sepupu saya tidak tertolong lagi… ((

Dan dari pihak keluarga tidak mau mengambil tindakan hukum atas kasus tersebut dengan alasan pasrah… /:)
Kalo dari pihak saya sih yang patut di persalahkan bukan cuma “dokter” tersebut, tetapi juga perawat yang bertugas pada saat itu, kenapa juga perawatanya gak berinisiatif melakukan tindakan perawatan pre op…. #-o

Tetapi bagaimanapun juga semuanya sudah terjadi, biarlah engkau pergi dengan damai DIAN sayang….
Semoga Tuhan menerimamu di surga


Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: