Sejarah Kerajaan Mori

10 08 2008

Di dedikasikan buat “mia mori” dimanapun berada dan sebagai arsip budaya untuk di ketahui oleh masyarakat luas.

Akhirnya kesampaian juga menulis tentang review kerajaan mori [kerajaan asli daerah saya "Morowali Regency" - Sulawesi Tengah]. setelah beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah pesan promo tentang peluncuran buku yang membahas tentang kerajaan mori di sebuah milis, dan sudah membacanya sendiri, saya sangat takjub dengan kegigihan tim penulis yang bersusah payah mencari data dan menyusunnya sedemikian rapih mengenai sejarah tersebut, sungguh suatu upaya dan kerja keras yang patut di acungkan jempol.
Di postingan ini saya tidak akan menulis panjang lebar tentang sejarah tersebut, karena pihak pengelolahnya sudah menyediakan website tentang kerajaan mori [link berada di akhir postingan].
Sebelum kalian menuju ke lokasi kejadian [halah...], sedikit saya memberikan review tentang kerajaan mori…

Kerajaan Mori adalah salah satu kerajaan dari sejumlah kerajaan yang berkembang di Indonesia. Sama seperti kerajaan- kerajaan lain di Indonesia, kerajaan ini juga dibentuk dan diberikan pengabsahannya berdasarkan kisah-kisah lokal dari memori kolektif masyarakat yang bercorak legenda. Pembentukan kerajaan ini berawal ketika tampilnya seorang tokoh yang diberikan predikat Mokole Moiki. Ia menikah dengan seorang mokole dari wilayah sekitar Danau Matano, yang disebut Mokole Mohainga. Pernikahan itu memberi pengaruh yang luas terhadap kelompok kaum yang menghuni wilayah sekitarnya. Pemimpin kelompok kaum (para mia mota’u) datang memberi hormat dan memohon menjadi pemimpin mereka, dan bahkan mengajaknya pindah bermukim di negeri mereka dan menjadi yang dipertuan. Sehubungan dengan itu Mokole Moiki dan permaisurinya pindah dan bermukim di Wawontuko dan membangun satu pemerintahan kerajaan yang membawahi sejumlah komunitas kaum yang bermukim di sekitarnya. Mokole Moiki menjadi Raja I (Mokole I) dari persekutuan kaum yang membentuk satu pemerintahan itu yang disebut Kerajaan Mori.

Raja Marunduh Datu ri Tana adalah seorang raja yang gagah berani dengan gigih mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Kerajaan Mori dan rakyatnya. Itulah sebabnya ia selalu menentang pernyataan pemerintah kolonial bahwa kerajaannya adalah bagian dari wilayah pemerintah Hindia Belanda. Tindakan personil militer yang suka menghardik rakyatnya, menghina mereka sebagai pekerja yang malas, dan memporakporandakan istana kerajaan itu harus dihukum. Oleh karena itu, raja memanggil para pembesar kerajaan dan tadulako untuk berkumpul di lobo kerajaan. Pada pertemuan itu disepakati memberikan sanksi hukuman mati terhadap aparat militer Belanda itu, dan untuk itu diatur strategi tindakan pengghukuman. Aksi pertama dilakukan pada tanggal 19 Juli 1907 di Matandau. Semua anggota militer dan strapan yang ditinggalkan oleh Letnan B.E. Kies terbunuh. Aksi kedua dilakukan pada tanggal 21 Juli 1907 di Renaitole. Letnan Kies yang meninggalkan pasukannya, dalam perjalanan pulang singgah di Renaitole, karena Letnan H.W. Matthes dan pasukannya berada di kampung itu. Pada aksi ini hampir semua anggota militer dan strapan terbunuh, kecuali seorang strapan yang berhasil meloloskan diri dan kembali ke Kolonodale. Jumlah korban seluruhnya 44 orang, dengan rincian 13 orang tentara Belanda (2 orang berpangkat letnan, 2 orang berpangkat sersan, 1 orang kopral, dan 8 orang prajurit), 21 orang tentara bumiputera, dan 10 orang strapan. Senjata (berjumlah 28 pucuk) dan amunisinya disita.Peristiwa Matandau dan peristiwa Ranoitole ini menjadi pemicu pemerintah kolonial mengirim pasukan marsose untuk menghukum dan menaklukan Kerajaan Mori.

PS:
Untuk mendapatkan buku Sejarah Kerajaan Mori, silahkan menghubungi;
KOMUNITAS BAMBU
Jl. Pala No.4 B Beji Timur Depok 16422
Telp/Fax: 021-77206987
email: komunitasbambu@yahoo.com atau komunitasbambupemasaran@yahoo.com
Website: http://www.kerajaanmori.com


Tindakan

Information

9 tanggapan

15 08 2008
galeter

….
Mori .. ?

kalo maori tu apa nya mori yah..?

koq sepi sepi aja neh.. blog na ;-)

Baedweh..

tu Nosarara.org
gada yang APDET yah.?

salam kenal,

anak palu juga

http://galeter.wordpress.com

19 08 2008
fritzinfo

maori gak ada hubungannya sama mori…

nosarara jarang update karena cuman saya sndiri yang kelolah, keseringan gak online.. :)

8 12 2008
wawa/jgja

syukurlah so ada torang p tulisan ttg torang p daerah.. kpn2 bisa bcirita?lam kenal

16 12 2008
che gunkxi

Iyo saya juga menyambut baik atas terbitnya buku ini. Tambah wawasan tentang budaya lokal apalagi daerah kita sendiri..

16 12 2008
fritzinfo

@wawa:
ba carita di http://www.morokoa.com joh :)

@che:
yoi che :)

2 04 2009
nita

kebetulan nih..
lg nyusun skripsi ttg bhs mori..
blh jd bhn acuan..

2 04 2009
fritzinfo

skripsi bhs mori? [bhs=bahasa] maksudnya?

kalau iyah..nita.. coba ngana join di http://www.morokoa.com di sana ada thread yang membahas tentang bahasa mori.. :)

12 09 2009
john v. lawoliyo

saya sudah baca buku tentang sejarah kerajaan mori. bagus juga ada nilai sejarahnya. tapi kalau tidak salah penulisnya apakah orang mori asli.
karena setelah saya baca, alur ceritanya, sejarahnya, silsilahnya kacau dan tidak jelas.
orang tua saya pernah mengunjungi museum leyden di negeri belanda.
belanda mengakui bahwa Lawoliyo adalah Putra Mahkota. owulu adalah raja ke 2 bukan raja ke 13.
dan masih banyak lagi. putra ke 1 putra mahkota Raja Lawoliyo adalah Madosila cicitnya bernama Jhon Vycliffe Lawoliyo. orang tua saya Robert Waterman Lawoliyo.
dalam buku tersebut tidak dijelaskan.
jadi mungkin saran saya pertemukan semua keluarga yang berhubungan dengan keluarga kerajaan baru di buat buku tentang sejarah kerajaan. jangan sembarangan main cetak aja tanpa mencari tau asal usul yang benar…………demikian news,-

28 09 2009
Robby Marunduh

Emm,…!! Begitu yahh,…?! Kebenaran Bukanlah Kenyataan, boss! Ok.

Tinggalkan komentar