Reklamasi Pantai Kolonodale Terbengkalai.

20 11 2007

Proyek pembangunan reklamasi pantai kolonodale kabupaten morowali yang di selenggarakan tahun 2006 lalu menimbulkan masalah baru. meski proyek sudah selesai, kini jalur tersebut di biarkan terbengkalai. pemerintah kabupaten morowali dinilai tidak tanggap dan lebih banyak menghamburkan belanja operasional pemerintah. Sejumlah LSM menilai reklamasi pantai yang di anggarkan tahun 2005-2006 telah menyedot anggaran daerah milyaran rupiah.
“sekarang anda lihat di jalur tersebut sangat kotor dan tidak selesai ini proyek yang dibangun dari uang rakyat hanya mubasir dan tidak ada pemeliharaan dengan baik”. tutur sejumlah aktivis LSM kemarin.
Padahal bila pengumuman jalur jalan di sepanjang kampung bugis sangat menambah keindahan bagi kota kolonodale dan juga menjadi objek wisata yang indah sebab jalur tersebut juga merupakan jalur alternatif yang di lalui masyarakat.
DPRD Morowali tahun 2007 sedianya mengalokasikan anggaran pembangunan reklamasi pantai kolonodale tersebut. Namun, eksekutif tidak menganggarkan dengan alasan belum prioritas dan belum ada manfaatnya. padahal pemkab justru dinilai tidak peka dalm memajukan pariwisata di daerah. karena proyek reklamasi pantai bila di anggarkan sampai selesai akan menambah pendapatan daerah khususnya di sektor wisata. sesuai data tahun 2005, pemkab menganggarkan jalur jalan reklamasi pantai sebesar Rp. 13 milyar dan tahun 2006 proyek tersebut dibiayai senilai Rp. 4 milyar rupiah khususnya di jalur selatan menuju kampung bugis karena terjadi pengalihan jabatan bupati, proyek reklamasi pantai tidak dilanjutkan, kini dibiarkan terbengkalai dan kotor.[sumber: harian radarsulteng]


Aksi

Information

5 responses

20 11 2007
fritzinfo

Lah.. banyak bener biaya yang di anggarkan, malah ndak jadi-jadi.. lagian papan reklame untuk [katanya] menunjang pariwisata di daerah kampung bugis apa bagusnya? jalanan sempit, pohon banyak, sampah berserakah, jemuran ikan garam berhamburan..
orang-orang yang ndak mengerti tentang tata kota dan pariwisata nih yang bikin beginian.. coba tuh objek wisata macam taman laut dekat batu payung atau pasir putih yang di seberang itu di kembangkan.. itu baru bagus, bisa menarik wisatawan. dan juga saran dan prasaran wisata di kota kolonodale juga di perbaiki.. tuh juga satu…. lapangan morokoa di urus, rumput udah kayak hutan, mana gedungnya udah mau roboh lagi.. gilakk nih pemerintah daerah.. dana milyaran rupiah di kemanakan???

4 07 2008
alee

Alooww
Salam kenal sebagai anak kolonodale
Emang dananya milyaran rupiah ya untuk anggaran pariwisata?
Kalaupun benar pastinya ya di berikan kepada –kemanakan– nya bupati…😛
Tapi sepertinya yang saya lihat dari kabupaten morowali sekarang tuh sudah tidak ada tanah kosongnya.
Semuanya sudah dijual kepada Investor Pertambangan. Mulai dari Ujung sampai pangkalnya Morowali, dengan bermacam pemilik dari Arifin Panigoro, Robby Tjahyadi, Prabowo, Tommy Winata, Pihak asing seperti Sinosteel, dll. Yang belum dikapling sisa laut dan Jalan darat.
Kabar terbaru tanah yang didaerah Ganda-Ganda dikeruk dan dibawa langsung ke Cina. Mana Pemberdayaannya? Mana Community Developmentnya?? Mana Corporate Social Responsibilitynya?
Yang lebih celakanya lagi ternyata proyek tersebut tidak sesuai AMDALx.
Karena berkurangnya tanah serapan air, daerah Ganda-Ganda mulai kekeringan.
Yang menjadi persoalan adalah yang memuluskan Amdal tersebut tidak lepas dari tangan para intelektual kita (Dosen UNTAD) yang katanya penjaga gerbang moral terakhirnya sebuah bangsa, namun nyatanya mereka malah menjual bangsanya sendiri kepada orang lain.
Mungkin ada baiknya bagi Pemda Morowali beriklan saja disalah satu koran Nasional misalnya KOMPAS dengan judul iklan “Dijual Murah Tanah di Morowali”

4 07 2008
fritzinfo

@alee:
om asli kodal?
salam kenal joh dang dari fritz.. asli mori🙂

10 09 2009
VQ-Kun_arch

lam knal…. Dari Koment Om Alee, sy sbgai mahasiswa Arxitektur di Untad, ingin Memeberikan sdikt Koment atau semacam tanggapan_lah….
Tdi Katanya tanah di morowali abiss di jual tersisa jalan m lautnya sja….
tp sbnarnya masih ada solisi untuk pembangunan daerah itu…. “WATER CITY” seperti di Venesia (ITALY) sna…. apalagi melihat potensi Laut Kolonodale yang sangat tenang…..

10 05 2011
Rafik

yach . . . namanya juga kabupaten baru pasti masih banyak kekurangannya,yang penting ada niat baik tuk mem – per- bai-ki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: