Tangan yang Kokoh dan Lembut

29 01 2008

Bangun tidur sore, secangkir coffemix, dan asap mengepul dari LA merah.. melihat sekeliling kamar terasa hampa, sepih dan sunyi. dengan gerakan tanpa arah muter-muter didalam kamar, duduk di pinggir tempat tidur.. ahh.. kok perasaan ini terasa blank.. Iseng membuka laci meja bagian bawah, mata ini tertuju pada satu tas kecil yang sudah mulai usang, dengan malas-malasan saya menarik tas kecil tersebut yang sebenarnya tidak tahu untuk apa saya mengambilnya. dengan meletakannya di atas meja kemudian saya mulai membuka tas kecil yang usang, dan.. wekz… -kaget- … isinya berupa tumpukan-tumpukan kertas yang juga sudah mulai usang. saya mencoba mengingat kembali kapan yah saya pernah menyimpan barang beginian di dalam tas kecil. hmm.. -lama- rupanya ini adalah kumpulan kwitansi pembayaran uang-uang semester dan surat-surat kiriman dari orang tua semasa kuliahan dulu [memang dulu saya selalu menyimpan lembar-lembar kwitansi dan surat-surat kiriman dari ortu], pantas saja semua lembaran tersebut sudah mulai usang, rupanya sudah tersimpan dan tidak tersentuh lagi selama lebih 7 tahun dan berada di dalam lemari. kembali saya membuka lembar demi lembar surat-surat tersebut, dan tak terasa setetes air mata sudah membasahi sudut mata ini demi membaca coretan tangan sang orang tua terkasih yang berisikan nasihat, teguran dan bahkan amarah. goresan dalam lembaran kertas putih yang mewarnai masa-masa kuliah dulu.
Kemudian saya melihat lagi lembar-lembar kwitansi pembayaran uang kuliah dan mencoba mengkalkulasi keselurahannya.. wekz.. hasil keringat orang tua demi membiayai kuliah anaknya, yang belum lagi di tambah dengan pengeluaran lain diluar semesteran.. OMG.. dengan melihat surat dan kwitansi tersebut membuat air mata ini semakin deras.. tetapi usah orang tua yang kini semakin renta tidak sia-sia. dengan cucuran keringat mereka, membuat saya menjadi seperti sekarang ini.
Well, selama seperempat abad lebih saya hidup dan di besarkan dengan tangan-tangan kokoh dan lembut, hingga saya terbentuk seperti sekarang ini, membuat saya seakan tidak mampu untuk membalas semua itu. dengan penuh sabar mereka menuntun saya belajar berjalan, hingga belajar memandang hidup secara mandiri. kini tangan yang kokoh itu tidak sekokoh dulu lagi, tetapi kelembutannya semakin dalam terasa. Sampai kapan pun saya akan selalu merasakan kekokohan dan kelembutan tersebut.
Dan melalui blog ini saya mengucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN MAMA”. tanganmu sudah mulai melemah tetapi semangat yang engkau berikan tidak akan pernah melemah..
Tuhan jagalah kedua orang tuaku di masa tua mereka, peliharalah dan berikan mereka kesehatan dan keteguhuan dalam menjalani hari tua mereka.. AMIN.. -GBU Ma-


Aksi

Information

2 responses

29 01 2008
fritzinfo

SELAMAT ULANG TAHUN MAMAKUU... TUHAN SELALU BESERTAMU.. :)

7 02 2008
affando

numpang lewat…
tabe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: