Happy Easter

21 03 2008

Hari Paskah adalah peringatan kebangkitan Yesus. Masa Paskah dimulai dari Pekan Sucisampai Pentakosta

Dalam Pekan Suci umat Kristen, terutama Kristen Katolik, memperingati kematian dan kebangkitan Yesus dari kubur. Pekan Suci sendiri terdiri dari lima bagian:

  • Minggu Palma (Palem), saat Yesus masuk kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja.
  • Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya.
  • Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan.
  • Sabtu Suci / Sabtu Sunyi, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Injil.
  • Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang mati.

Perayaan Minggu Paskah dasawarsa ini menurut tradisi Katolik dan Protestan:

Dengan ini umat Kristen menggantikan perayaan Paskah umat Yahudi, yang disebut Pesakh (dari bahasa Ibrani). Pada saat itu umat Yahudi memperingati keluarnya bangsa Yahudi dari tanah Mesir yang dipimpin oleh nabi Musa, sebagaimana tertulis dalam kitab Perjanjian Lama Keluaran.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus beberapa kali menampakkan diri-Nya, sebagaimana tercatat dalam kitab Injil. Pada suatu peristiwa penampakanNya, Yesus menunjuk St. Petrus sebagai pemimpin atas kawanan domba-Nya, atau yang kita kenal sebagai Paus pertama. Ketika genap empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke surga.

Sepuluh hari kemudian, Roh Kudus turun atas diri para rasul dalam rupa lidah-lidah api, sebagaimana yang dijanjikan oleh Yesus sendiri. Hal inilah yang menjadikan para murid-Nya mampu bercakap-cakap dalam pelbagai bahasa yang tidak mereka kenal sebelumnya. Peringatan turunnya Roh Kudus ini disebut Pentakosta, yang berarti hari kelima puluh dalam bahasa Ibrani, karena terjadi 50 hari setelah Minggu Paskah.

Tuguran

Tuguran adalah tradisi penting dalam Gereja Katolik, yang mencakup puasa sampai 40 jam mulai Jumat pagi sebelum Paskah. Hari Sabtu tengah malam mereka berbuka puasa, dengan menyanyikan kidung rohani, membaca kitab suci dan melakukan ritual dengan roti dan anggur. Misa fajar pada Minggu Paskah merupakan salah satu bentuk tuguran. Ini dilakukan di berbagai tempat, dalam berbagai cara.

Mulai hari Minggu pukul dua dini hari, para anggota gereja Moravia di kota Winston-Salem, negara bagian North Carolina, datang ke sebuah kuburan bersejarah untuk menyambut kebangkitan Yesus. Acara ini sudah dilangsungkan setiap tahun selama lebih dari dua abad.

Tradisi Meksiko

Setiap tahun, sampai 50 ribu orang berbaris di jalan-jalan di negara bagian New Mexico, untuk mencapai sebuah gereja kecil berumur 200 tahun pada fajar Hari Paskah. Ada yang berjalan sejauh 165 kilometer. Gereja ini menyelenggarakan misa sehari penuh tanpa henti, memberikan sakramen komuni suci untuk semua umat yang datang.

Parade

Karena Paskah bertepatan dengan musim semi, banyak warga Amerika mengenakan baju baru. Parade Paskah masih populer, yang paling terkenal di Fifth Avenue, kota New York.

Telur Paskah

Anak-anak Amerika menghabiskan sebagian hari Paskah menghiasi telur Paskah dengan berbagai warna. Orang tua mereka menyembunyikan telur-telur itu, dan anak-anak lalu berusaha menemukannya. Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman Gedung Putih pada hari Senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur Paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, tentu saja muncul komersialisasi. Pembelian pakaian, kembang gula dan makanan untuk merayakan Paskah, tahun lalu mencapai jumlah 10,5 milyar dolar. Di Amerika, memang Minggu Paskah adalah suatu tradisi yang sangat kuat.

Kelinci Paskah

Kelinci Paskah berasal dari tradisi kesuburan masyarakat sebelum masa Kristiani. Kelinci merupakan binatang yang paling subur menurut para leluhur, karenanya kelinci dipergunakan sebagai simbol kehidupan baru yang melimpah di masa musim semi. Kelinci Paskah tidak pernah mempunyai makna religius dalam perayaan Paskah, meskipun dagingnya yang putih, kadang-kadang, dikatakan melambangkan kemurnian dan tanpa cela.

Gereja tidak pernah memberikan pemberkatan istimewa bagi kelinci. Namun demikian, kelinci mendapat peran yang menyenangkan dalam perayaan Paskah sebagai tokoh legenda penghasil telur-telur Paskah bagi anak-anak di berbagai negara.

Di berbagai daerah di Jerman, dipercaya bahwa kelinci Paskah meletakkan telur-telur merah pada hari Kamis Putih dan telur-telur berbagai macam warna pada malam sebelum Minggu Paskah. Kelinci-kelinci Paskah dalam bentuk kue-kue dan gula-gula mulai populer di Jerman selatan, dan sekarang kue dan gula-gula tersebut amat disukai anak-anak di berbagai macam negara.

Anak domba Paskah

Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, anak domba adalah yang paling penting dalam perayaan agung ini. Anak Domba Paskah, yang melambangkan Kristus, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Eropa.

Doa paling kuno untuk pemberkatan anak domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh biara Benediktin di Bobbio, Italia. Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.

Tradiri kuno anak domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah. Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu Paskah di berbagai daerah di Eropa timur. Tetapi, seringkali bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun gula-gula menggantikan sajian daging anak domba, dan menjadi hidangan utama jamuan Paskah.

Di abad-abad yang silam, dianggap merupakan suatu tanda keberuntungan jika orang menjumpai anak domba, teristimewa pada masa Paskah. Merupakan takhayul populer bahwa iblis, yang dapat mengambil wujud segala macam binatang, tidak pernah diperkenankan menampakkan diri dalam wujud anak domba karena simbol religiusnya.

Mater Dolorosa

Setiap menjelang Paskah, puluhan ribu peziarah mengunjungi Kapel Tuan Ma di Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, untuk menghormati Mater Dolorosa atau patung Bunda Maria. Selain hari Paskah, patung ini tidak diperkenankan dilihat untuk umum.

Puluhan ribu umat Katolik dari berbagai daerah rela mengantre berjam-jam untuk dapat masuk dalam Kapel Tuan Ma. Di kapel itu, digelar upacara Muda Tuan atau pembersihan patung Bunda Maria. Selesai upacara, pintu-pintu kapela dibuka dan umat diperbolehkan masuk untuk memberikan penghormatan kepada Mater Dolorosa. Di dalam kapela, para peziarah menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu-lagu untuk memuji Mater Dolorosa. Patung Mater Dolorosa hanya dapat dilihat setahun sekali pada saat menjelang Paskah.

Source.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: