Dero-Modero gerakan penuh persahabatan-kekerabatan-kedamaian

2 08 2008

Merujuk ke sebuah blog yang [kembali] mengadakan lomba postingan [www.lagaligo.net] membuat saya begitu antusias untuk berpartisipasi di “event” tersebut, karena tema yang di angkat oleh lagaligo begitu “menakjubkan” yakni KOSTES PEDULI BUDAYA NUSANTARA... sungguh sebuah ajakan yang mulia mengingat kondisi kebudayaan tiap-tiap daerah kita yang [maaf] belum terlalu terpublish melalui media untuk di ketahui oleh masyarakan indonesia [bahkan dunia] secara universal. dan dengan adanya lomba kali ini, semoga kekayaan budaya nusantara yang kita miliki bisa di akses [dibaca/diketahui] oleh semua individu lewat media internet. dan untuk lomba postingan ini, saya mencoba mengangkat salah satu kebudayaan [budaya tari] yang berasal dari daerah saya sendiri [Kabupaten Poso “pamona” – Kabupaten Morowali “mori”] yaitu Dero/Modero.

Dero atau yang sering di sebut juga Modero merupakan sebuah tarian yang membuat rasa persahabatan, kekerabatan dan kedamaian semakin lekat. Saya pribadi sebagai individu asli dari sumber tarian tersebut sampai saat ini hanya mengerti struktur dan arti dari tarian ini yakni persahabatan-kekerabatan-kedamaian, kesimpulan itu saya tarik sendiri berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar dari pembicaraan orang disekitar saya, karena referensi mengenai budaya tersebut masih minim bahkan sangat jarang saya temukan, tetapi saya yakin di dalam tarian tersebut ada sebuah arti yang sangat sakral bagi orang-orang di tempat asal budaya Dero/Modero. sungguh sebuah ironi bagi saya pribadi karena tidak paham lebih dalam mengenai budaya sendiri yang notabene hidup dan besar di lingkaran itu.

Apakah ini sebuah tanda bahwa “anak muda” sekarang lupa akan budayanya sendiri??… jika pertanyaan itu di ajukan kepada saya, tentunya saya akan menjawab dengan lantang “TIDAK”… banyak alasan [yang tentunya masuk akal] untuk menyanggah tuduhan seperti itu. lupa dengan budaya sendiri tidak bisa di ukur dari sisi seperti itu, asalkan kita sebagai asli daerah bisa mengerti setidaknya arti dari sebuah budaya walaupun definisinya tidak harus sedetail seperti dimana budaya tersebut muncul pertama kalinya, dan yang terpenting kita bisa menerjamahkan budaya tersebut berdasarkan pola kita dan sesuai dengan makna sesungguhnya yang terkandung didalamnya.

Count:

Dero/Modero adalah tarian dengan formasi melingkar yang diikuti ratusan orang, dikenal masyarakat Poso-Morowali, Sulawesi Tengah [Sulteng], sebagai tarian perdamaian. peserta tari tersebut juga saling berpegangan tangan yang menandakan rasa persatuan dan persahabatan, meski sebelumnya tidak saling mengenal. Dero biasanya dilakukan pada malam hari, seusai warga menghadiri acara pesta pernikahan, pesta panen [Padungku] atau acara lainnya.
Bahkan hingga menjelang matahari terbit, Dero masih tetap berlanjut. tarian itu biasanya diiringi musik organ tunggal [sekarang, – dulunya memakai gong kecil] dengan dua penyanyi. Penyanyinya umumnya juga melantunkan lagu berbahasa daerah atau lagu populer lainnya dengan iringan irama agak cepat. tempo lagu yang agak cepat membuat penari Dero lebih bersemangat, bergoyang sambil berputar searah jarum jam atau sebaliknya.
Dalam situasi normal, dero dipentaskan malam hari, usai acara pesta pernikahan, pesta panen [Padungku] atau acara lainnya. Sering pula dero digelar sampai pagi dengan penuh suka cita. lupa waktu tak masalah karena begitulah sebagian cara masyarakat Poso-Morowali menikmati perdamaian. Dero menjadi arena persahabatan sekaligus perdamaian. lihat saja, dalam Dero, setiap orang bebas masuk ke dalam lingkaran. dan langsung menggandeng tangan orang di sebelahnya. tidak ada yang pernah menolak penggandengan tangan itu karena dero memang ajang untuk bergembira dan mencari sahabat tanpa peduli apa agamanya.
Tari Dero ini juga disebut dengan Tari Pontanu, jenis tari pergaulan di mana para penonton diajak ikut menari dengan saling bergandengan tangan membentuk lingkaran. tarian asal Poso dan Morowali, Sulawesi Tengah itu selalu dilakukan pada setiap acara-acara pernikahan, pesta panen [Padungku] dan syukuran lainnya di Poso-Morowali. tari Dero itu masih tetap dipertahankan di beberapa kampung di Poso-Morowali hingga kini.

Dari beberapa potongan referensi di atas kita sudah bisa melihat sebuah arti sesungguhnya dari budaya Tarian Dero/Modero.. sungguh sebuah budaya [bisa dibaca: kebiasaan] yang agung dimana dengan sebuah tarian bisa mempererat tali persahabatan, kekerabatan dan kedamaian walaupun di dalam lingkaran tarian tersebut berbagai ragam dan ras individu yang bergerak membuat sebuah rotasi yang berputar dengan indah. lingkaran yang terbentuk bersamaan dengan tangan bergandeng erat menandakan sebuah kekokohan yang tak ingin lepas dari putaran roda kehidupan yang dijalaninya dan di iringi dengan tawa serta nyanyian sebagai syair dalam mengiringi setiap masalah. dari sebuah tarian ini patutlah kita mengambil sebuah arti yang sangat istimewa untuk kita aplikasikan di dalam kehidupan yang notabene disekitar kita banyak individu yang berlainan sifat dan karakternya untuk mencapai sebuah nilai kehidupan yang hakiki.
Kadang kita lupa bahwa kita juga seharusnya berkaca lewat sebuah budaya, karena di dalam sana banyak norma yang sangat pantas untuk kita tiru dengan nilai-nilainya yang sakral.

Masih ingatkah anda dengan tragedi Poso? [maaf saya sedikit mengungkit tragedi tersebut], kejadian yang sangat di sayangkan dan disesali mengapa harus terjadi di antara sebuah daerah yang kaya akan budaya persahabatan-kekerabatan-kedamaian. terlepas dari itu kini semuanya kembali menata untuk bangkit beriringan dengan kata persahabatan-kekerabatan-kedamaian.

Sebuah budaya yang sangat pantas untuk di lestarikan dan tentunya juga beserta makna yang terkandung didalamnya dapat di implementasikan di dalam kehidupan.

Notice:
Postingan ini di ikutsertakan dalam Lomba Postingan di http://www.lagaligo.net
*maaf foto-foto kebudayaan tersebut tidak ada, soalnya referensi susah di dapatkan*


Aksi

Information

16 responses

3 08 2008
Gelandangan

terima kasih atas partisipasinya sobatπŸ˜€
sukses selalu

3 08 2008
fritzinfo

makasi..

fritzinfo support sekali dengan kontes itu, karena tema yang di angkat sangat bagusπŸ™‚

4 08 2008
wawan

sukses om frits,,
sy dukung,,

4 08 2008
Fritz

Wawan:
ikut jg ngana..slama ini nga te pernah ikut ekh..

4 08 2008
t4rum4

wah, wah, wah,, ilmu baruu!!! cepat tanggap juga nih fritz klo ketemu yang namanya lomba.. hehehe.. harus menang ah!!!

waduh.. ingin liat foto2nya..😦

4 08 2008
gnet

luar biasa sahabatku yang satu ini, tuh kan betapa indah arti sebuah kebudayaan, betapa kayanya negeri ini dengan keaneka ragaman budayanya, salut deh untuk Dero/Modero yang ternyata bermakna persahabatan-kekerabatan-kedamaian. I love Nusantaraku..!!

6 08 2008
fritzinfo

@taruma:
situh gak ikutan?

@gnet:
masih banyak kebudayaan yang mengandung nilai-nilai sakral seperrti postingan di atas itu..

btw, maaf baru nongol lagi..πŸ™‚

10 09 2008
chika

Waaaa… Sepertinya aku pernah ikutan nih tarian ini… Waktu itu pas ada MTQ di Palu. Aku ikutan regu penari gt dari sekolahku (SMUNSA Palu) buat upacara pembukaan MTQ disana… jadi rinduuu…. Salam kenal yah fritz…

10 09 2008
fritzinfo

wew.. rupanya pernah ba dero juga yahπŸ˜€

salam kenal balik chickaπŸ™‚

20 10 2008
Devie

Devie juGa duKung …πŸ˜‰
Devie juGa sUka tuCh aMa Dero … Jaga kerUkunan anTar warga Poso khuSus’x .. Dan seKarang puN, udah gak aSing Lagi buaT sLuruh warga SuLteng …

“…. Oooooo Aido …. Maworayaku …..”

Heee .. Heee ..

20 10 2008
Devie

duhh … Kaka’ FritZ …
S’bLumx saLam kenaL ….πŸ˜‰
Devie mau minta iziN … Devie mW baDero …
eiTzzz .. UpzZZ … Maap … KeCepLosaN … Heeee .. Heee ..
bukan-bukan … Maksud’x, Devie mw Copy arTikeL’x,, buat banTu nyeLesaiin Tugas … Please bnGt …. MakaCI …..

21 10 2008
fritzinfo

devie.. makasih atas supportnya..
devi orang poso yah?
iyah neh dev, masih banyak budaya kita yang belum terpublish.. saya sih maunya bikin artikel tentang budaya kita [poso-morowali] tapi saya ndak punya bahan sedikitpun..😦

copas untuk artikel tugas..?? Dengan sangat senang hati.. silahkan..πŸ™‚

sintuwu maroso.. maimo kita m’po dero..πŸ˜€

12 09 2011
putri anggita labaso

hehehehehehe
ka frits paling rame kalw ada pesta kawin….pasti anak mudax bakumpul mw b dero…
hehehehhe

12 09 2011
fritzinfo

@putri anggita labaso:
hahahaha.. iyo ekh..πŸ˜€

21 10 2011
elbert_bandau

semoga sukses…….πŸ™‚

23 04 2012
arna lamasigi

kyeeen modero itu ….;)
banyaak agama berbeda yg mulai menyukainya…kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: