Serangga Kecil Yang Menakutkan

10 11 2008

Demam Berdarah Dangue kembali menyerang kota palu??.. buset.. mahluk sekecil itu membuat resah saja masyarakat kita.. huh.. coba kalo gedean dikit.. tabok dah..😀
Informasi ini saya dapatkan waktu mendengarkan siaran salah satu radio swasta di kota palu yang khusus menyiarkan [diskusi] seputar demam berdarah dengan narasumber Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes kota Palu, dan bagian Infokom kota Palu. sayangnya saya lupa mencatat berapa jumlah korban yang di akibatkan oleh serangga yang kalau terbang suka berisik dan gatal kalau menggigit ini, dan untungnya kejadian ini belum bisa di kategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa [KLB], tapi walaupun belum dalam tahap KLB, kita mesti selalu waspada.

Sebagai bahan informasi, berikut sedikit saya jabarkan apa itu Demam Berdarah Dangue [DHF] atau dalam bahasa medisnya Dangue Haemoragic Fever

Penyakit Demam Berdarah adalah penyakit menular yang berbahaya, dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Manila (Filipina) pada tahun 1953, selanjutnya menyebar ke berbagai negara. Di Indonesia penyakit DBD ditemukan pada tahun 1968 di Surabaya dan DKI Jakarta. Kini diseluruh Propinsi sudah terjangkit penyakit ini. Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Untuk mencegah dan membatasi penyebaran penyakit DBD, setiap keluarga perlu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) dengan cara ” 3M +” yaitu Menguras, Menutup, mengubur dan Abatisasi.

Manifestasi penyakit.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :

  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian.

Pengobatan.
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.
Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.


Aksi

Information

10 responses

11 11 2008
Red Dog

hue hue hue emang nakutin nih nyamuk gw ampe pernah masuk 2 minggu di rs gara digigit ama serangga ga jelas ini…

salam kenal ya bos🙂

12 11 2008
fritzinfo

seumur-umur gw blom pernah kena penyakit ini.. semoga gak deh..😀

salam kenal om🙂

12 11 2008
axel

sama, gw jg blom pernah kena DBD🙂
nyamuk2 pada takut kali ya sama gw😀

12 11 2008
fritzinfo

Syukur deh gak pernah kena.. semoga selamanya gak ..😀

27 11 2008
Jeksy

Kita harus terus waspada! soalnya di Rt gw juga udah dua orang yang meninggal
dalam waktu sebulan.

30 11 2008
fritzinfo

di palu malah banyak sudah yang masuk RS gara-gara nyamuk centil satu ini :nohope:

3 12 2008
wahyu

alhamdulilah belom kena,,,
nice ino gan,,
hehe,,

8 12 2008
Mirjalovic

ui fritz,,cuma jalan2 aja_______:ngacir:

13 12 2008
Rully

Ternyata serangan demam berdarah paling bahaya,saya kemaren sempat mengalami penyakit demam berdarah,udah badan merinding,mata kemerahan kek orang mabuk chivas regal 5 botol….udah gitu perawatannya harus continyu…blom lagi dokter ngasi suntikan tiap pagi plus jarum infus yang nancap kek orang pakau make narkoba..hug.
Heran aja si,padahal tiap pagi sore dan malam kamar saya sering di bersihkan sama bibi,kok bisanya saya kena juga penyakit yang paling menyebalkan itu ya?? apa prosesnya juga menular dari orang ke orang?

mohon infonya donk….

16 12 2008
fritzinfo

@Rully:
adoh.. kena dang ngana sama itu mahluk kecil berterbangan..😀

aedes agepty hanya berkeliaran di pagi hari [jam 06:00-9:30] dan sore hari [jam 16:00-17:30], suka menginap di tempat gelap [pakaian di gantung/di tumpuk], air tergenang…

tidak menular dari orang ke orang.. tapi dari nyamuk ke orang saja [nyamuknya goblok, kerja sendiri.. gak capek apa kerja sendiri, mending titip dari orang ke orang.. heuheuhue..]

masa hidup nyamuk 6-10 hari, baru dia mati [kasian yah, hidupnya singkat.. heuheuhue..], jadi jentik-jentiknya yang melanjutkan serangan dari pendahulunya [hebat..gugur satu tumbuh seribu],.. makanya jangan basmi nyamuknya, tapi basmi jentiknya..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: