Cyber Education for Better Future of Indonesia

13 06 2011

Cyber Education for Better Future of Indonesia…! hhmm… wacana yang unik dan tentu menarik.
Saya bukan seorang praktisi di bidang pendidikan ataupun IT, tapi saya mencoba melihat wacana ini dari sudut pandang pengguna internet yang pernah mengenyam pendidikan konvensional [dari SD sampai kuliah tidak pernah kenal komputer dan internet, mencari tugas belajar lewat internet, apalagi proses belajar mengajar lewat internet… buset, lahir jaman kapan beb…]
Cyber Education mungkin bisa di artikan secara gamblang “pendidikan berbasis internet, proses belajar mengajar dengan menggunakan media internet/multimedia” [benar begitu?, koreksi jika saya salah].
Saya belum terlalu paham bagaimana konsep Cyber Education ini, tapi mungkin gambarannya seperti Universitas Terbuka dimana mahasiswanya tersebar di berbagai penjuru Nusantara, dengan proses belajar-mengajarnya kebanyakan lewat media internet.

Pertanyaan: Apakah benar pendidikan yang berbasis internet merupakan salah satu jaminan mutlak menjadi lebih baik? [dalam konteks wacana di atas yah, atau mungkin pernyatannya di rubah, silahkan].

Akan muncul dua jawaban dengan berbagai alasan tergantung persepsi masing-masing individu dalam menyikapi wacana tersebut. Iya menurut si A, belum tentu Iya menurut si B… Hal yang wajar dan tidak perlu kita memperdebatkannya secara berlebihan.

Perkembangan teknologi, multimedia, bla.. bla.. membuat orang semakin mundah mengakses dan mendapatkan informasi, dan ini sangat membantu bagi para pelajar kita [maupun non pelajar] dalam pengembangan pengetahuan, keterampilan, keahlian, dst yang tentu saja merupakan nilai tambah dalam proses pendidikan/pembelajarannya… hebat bukan?

Mencari jawaban atas tugas mata pelajaran/kuliah yang di berikan pengajar : Internet
Mencari korelasi antara pernyataan A dan B : Internet
Mencari tahu bagaimana cara ini itu : Internet
Publikasi atas karya : Internet

Tetapi hal ini akan berjalan dengan baik dan merata jika ada infrastruktur yang mendukung dan memadai yakni Jangkauan, Kualitas dan Harga. Jika tidak, hanya mereka yang domisili di kota besar saja bisa menikmati system Cyber Education ini, dan tidak etis kita mengatakan Cyber Education untuk masa depan Indonesia yang lebih baik sedangkan saudara kita di pelosok sana masih mengenyam pendidikan konvensional dengan situasi yang [maaf] “amburadul”.

Dalam Cyber Education harus ada integritas antara Teknologi dan Kurikulum Pendidikan, dimana konsistensi, karakter dan kredibilitas dari konsep ini bisa berjalan dengan baik dalam kepribadian individu yang menjalaninya.
Ada yang mengatakan dengan internet dunia kita semakin terbuka lebar… dari segi pengetahuan dan sejenisnya bisa jadi jawabannya iya, tapi belum tentu dari segi lainnya. Ada dua sisi manusia yang harus di perhatikan; Brain – Behavior. Pendidikan/Pembelajaran dengan basis internet tentu juga punya dampak atas; Brain – Behavior.

Tidak bisa kita pungkiri kenyataan bahwa perilaku individu bangsa kita tidak lepas dari campur tangan media/teknologi seperti ini, entah yang bersifat positif atau negative. Dan sangat empati atas banyaknya yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pengakses situs porno terbesar di dunia. Kita tidak bisa menyalahkan keberadaan dan perkembangan teknologi ini, tapi penekanan pada perilaku individunyalah yang harus di berikan, dan hal yang paling bisa dan dekat selain keluarga dalam mengajarkan ini adalah dunia pendidikan.

Kembali kepada Cyber Education, tolak ukur untuk “mengkampanyekan” Cyber Education for Better Future of Indonesia masih belum jelas dan belum bisa mengandai-andai, karena masih banyak hal yang harus di perhatikan serta kendala yang harus di perbaiki dalam perpaduan system ini dengan dunia/kurikulum pendidikan kita.  yang ada sekarang hanyalah tetap berharap semoga kalimat Cyber Education for Better Future of Indonesia benar-benar bisa di implementasikan kedalam dunia pendidikan kita yang tentu saja tidak boleh lepas dari karakter bangsa Indonesia. Karena sangat luar biasa jika pelajar di bagian barat Nusantara dapat berinteraksi langsung dengan pelajar di bagian timur Nusantara lewat media Internet, dan kemungkinan bukan hanya interaksi dalam hal pelajaran tapi juga kebudayaan… komplit kan… hehehehehe…
Kalau melihat korelasi antara perkembangan teknologi dengan individu kita, bukan hal yang sulit sebenarnya mencapai Cyber Education for Better Future of Indonesia, karena pengakses/pengguna internet kita dari berbagai kalangan, anak-anak sampai dewasa.  Hanya yang perlu di perhatikan, tujuan pengaksesan ini untuk apa, apa yang mereka lakukan dalam menggunakan teknologi ini. Pada titik ini harus menjadi perhatian, bagaimana mengarahkan mereka, cara apa menarik mereka untuk menggunakannya menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Percuma kita menggebar-gemborkan system Cyber Education sedangkan Netiquette tidak bisa di pahami dengan baik. Banyak kalangan yang harus di libatkan untuk membangun kepribadian individu pengguna internet dalam pengimplementasian Cyber Education nantinya.

  1. Pemerintah; diharapkan selain sebagai penyedia infrastruktur, juga pro aktif dalam penanganan situs porno [walaupun banyak jalan menuju roma jika di blokir menurut internet addict :D]. karena situs-situs “aduhai” seperti ini memiliki  daya tarik yang sangat besar untuk di singgahi, entah dengan alasan iseng, atau apalah. [sambil menyelam minum air beb.]
  2. Pengajar; kemampuan mengajar/inovator/motivator, pengetahuan tekhnologi/multimedia serta nettiquete. Jika seorang tutor tidak memiliki salah satu dari yg di atas itu, hasilnya tidak akan maksimal, dan justru hanya membuat bingung para pelajar yang akhirnya mereka mencari dengan sendirinya di luar sana tanpa dasar filtering yang seharusnya mereka bisa dapatkan dari pengajar.
  3. Keluarga; dasar utama dalam membangun kepribadian individu. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa anak yang di sekolahkan [selain untuk pintar] merupakan tanggung jawab sekolah untuk mengajarkan dan membangun kepribadiannya. Sebenarnya hal yang keliru karena dasar utama ada dalam lingkungan keluarga, pihak kedua [sekolah misalnya] hanya sebagai pengembang apa yang sudah di dapatkan dalam keluarga.

Jika Cyber Education benar-benar sudah di implementasikan, diharapkan dalam pelaksanannya terangkum pengetahuan, kepribadian, keterampilan serta fasilitas yang maksimal demi mewujudkan Cyber Education for Better Future of Indonesia, karena dengan terlaksananya Cyber Education yang optimal, bisa merubah citra pendidikan kita menjadi lebih baik lagi dimata dunia. dan orang-orang Indonesia yang berniat menempuh pendidikan di luar negeri bisa kembali mempertimbangkan untuk tetap menempuh pendidikan di Indonesia, sekaligus mencurahkan kemampuannya untuk membangun pendidikan di negeri sendiri. Karena sebagian orang beranggapan dengan bersekolah di luar negeri memiliki nilai tambah dan merupakan sebuah prestigious.

Semoga dengan berawal dari sebuah wacana seperti ini “Cyber Education for Better Future of Indonesia”, bisa memacu dunia pendidikan Indonesia untuk membuat sesuatu yang lebih baik karena adanya kolaborasi antara dunia IT dan Kurikulum Pendidikan. Dan akhirnya bisa menghasilkan creator/innovator yang handal dalam berbagai bidang untuk pembangunan Indonesia Menjadi Lebih Baik dan memiliki “wajah” dalam persaingan global di berbagai aspek.
Cyber Education for Better Future of Indonesia… pasti bisa jika ada perencanaan yang matang dan pengimplementasian yang sempurna serta dukungan dari berbagai unsur yang berkaitan dengan Dunia Pendidikan.

Catatan:
Ini hanyalah sebuah opini pribadi yang belum tentu sesuai dengan pola pikir kalian.. Terimakasih…


Aksi

Information

One response

13 06 2011
fritzinfo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: